Mengenal Jenis Deposito: Kelebihan dan Kekurangannya

South Texas Family Center – Karakteristik dan jenis deposito hampir sama dengan tabungan konvensional. Hanya saja deposito tidak bisa ditarik sewaktu-waktu layaknya tabungan.

Pemilik rekening deposito hanya bisa menarik simpanannya sesuai jangka waktu yang sudah disepakati.

Apa saja jenis deposito?

Yang perlu diingat, karakteristik deposito sebetulnya berbeda dengan instrumen investasi seperti saham, reksa dana, dan lainnya yang sejenis.

Berikut beberapa jenis deposito yang disediakan berbagai lembaga keuangan bank di Indonesia:

  • Deposito on call
  • Sertifikat deposito
  • Deposito berjangka

Deposito berjangka seringkali disebut tabungan berjangka. Dan sesuai namanya: ini adalah jenis tabungan yang hasilnya baru bisa diambil dalam jangka waktu tertentu, misalnya: 1, 3, 6, 12, 18, hiingga 24 bulan.

Sedangkan deposito on call biasanya diterbitkan atas nama nasabah yang menabung dalam jumlah besar. Namun berbeda dengan deposito berjangka, waktu simpanan paling minim 7 hari dan paling lama kurang dari 1 bulan.

Yang terakhir adalah sertifikat deposito. Ini mengacu pada simpanan dana yang akan diberikan kepada nasabah tertentu dalam waktu 3, 6, dan 12 bulan. Biasanya disertai dengan sertifikat. Hanya saja sertifikat tersebut biasanya tidak mengacu pada nama seseorang.

Umumnya sertifikat deposito digunakan untuk memindahtangankan dana atau untuk dijual kepada orang lain. Bunga yang dicairkan bisa diset dengan beberapa opsi, seperti di muka, setiap bulan atau setiap jatuh tempo.

Bicara deposito: apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Orang suka menabung di deposito berjangka karena suku bunganya yang jauh lebih tinggi ketimbang tabungan biasa. Resiko kehilangan uang deposito juga relatif sangat kecil.

Tapi apa cuma itu kelebihan deposito? Tidak ada kekurangannya sama sekali?

Jenis deposito: kelebihan

  • Bisa disimpan dalam rupiah maupun dollar, maupun dalam mata uang lain.
  • Simpanan Anda dijamin dengan baik oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  • Keuangan pribadi maupun keluarga bisa direncanakan dengan sebaik-baiknya.
  • Dalam beberapa kasus, bisa dijadikan jaminan kredit atau pinjaman.

Kekurangan deposito

  • Akses terbatas. Nasabah akan mendapat penalti bila menarik dana deposito sebelum waktunya.
  • Bukan investasi. Karena itu nasabah tidak bisa turut campur dalam pengelolaan deposito. Dengan demikian, nilai “investasi” tidak bisa bertambah.
  • Cenderung lemah ketika menghadapi badai inflasi. Dengan kata lain, nilai deposito akan tergerus ketika inflasi meninggi.
  • Imbal hasil yang rendah. Ini wajar karena resiko deposito yang memang jauh lebih rendah ketimbang investasi saham, surat utang atau obligasi.

Sebelum membuka deposito

Walau masih ada kekurangan, deposito berjangka tetap jadi satu jenis simpanan yang menarik. Ketika tabungan biasa tidak bisa memberikan bunga yang lebih tinggi, deposito bisa. Itulah menariknya.

Namun sebelum pergi ke bank membuka satu rekening deposito, Anda sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Suku bunga yang diberikan

Tingkat suku bunga jadi satu poin yang perlu diperhatikan siapa pun yang ingin membuka rekening deposito.

Dengan kata lain, Anda perlu mencari tahu bank mana yang memberi bunga deposito paling tinggi.

  • Reputasi bank yang memberikan produk deposito

Apakah bank itu memberikan layanan terbaik? Bagaimana dengan keamanannya? Apakah likuiditasnya baik?

Kalau Anda menemukan jawaban-jawaban baik untuk ketiga pertanyaan di atas, terutama ketika sedang mencari-cari bank yang tepat, maka jangan ragu untuk memilih bank tersebut.

  • Pilih jangka waktu yang paling tepat

Kalau Anda berencana membayar biaya pendidikan anak 2 tahun lagi, maka pilih jangka waktu deposito 24 bulan.

Dengan kata lain, sesuaikan jangka waktu simpanan deposito berjangka dengan kebutuhan Anda. Sebagai tambahan, jangka waktu simpanan berpengaruh terhadap besaran bunga deposito.