South Texas Family Center – Kredit mobil kadung jadi istilah yang akrab di telinga kebanyakan orang Indonesia.

Istilah tersebut merujuk pada proses pembelian mobil di mana pengguna bisa membawa pulang mobil idamannya dengan cara membayar dalam jumlah tertentu setiap bulan.

Kelengkapan dokumen dan data administrasi menjadi persyaratan yang menentukan proses kredit mobil nantinya berjalan lancar.

Diantaranya KTP, KK, Rekening Listrik, Tabungan, Slip Gaji, dan dokumen penting lainnya yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pembiayaan itu sendiri.

Kredit mobil baru bukan sekadar syarat administratif

Selain pertimbangan dokumen persyaratan di atas, seseorang yang berniat mengambil mobil dengan cara kredit semestinya memperhatikan sejumlah poin lain seperti berikut.

Besaran uang muka (DP) kredit mobil

Besaran uang muka yang berlaku di Indonesia minimal sebesar 20%. Jadi andaikan Anda ingin membeli mobil seharga Rp 250 juta, maka Anda harus membayar uang muka sebanyak Rp 50 juta.

Besaran minimal uang muka sebesar 20% wajib dipenuhi oleh calon konsumen.

Jadi rumus menghitung uang muka mobil terbilang sederhana: Harga Jual x 20 : 100.

Menghitung pokok kredit secara mandiri

Setelah membayar uang muka, kini saat menghitung sisa harga atau jumlah pokok kredit yang harus dibayar dengan cara mencicil. Rumusnya sederhana: Pokok Kredit = harga jual mobil – uang muka.

Jadi bila harga mobil Rp 250 juta, dan Anda sudah membayar sebanyak Rp 50 juta, maka Pokok Kredit yang harus dibayarkan adalah Rp 200 juta.

Perhitungkan suku bunga

Suku bunga disini mengacu pada jumlah akumulasi bunga yang harus dibayarkan oleh pembeli ketika melakukan kredit mobil.

Penghitungan jumlahnya pun harus mengikuti jangka waktu kredit mobil yang akan Anda penuhi. Katakanlah di sini Anda berniat mencicil mobil Rp 200 juta selama 2 tahun, dengan suku bunga tahunan 8%.

Maka total jumlah bunga yang harus dibayarkan selama 2 tahun adalah: 200 juta x 8 % = 16 juta x 2 tahun = 32 juta.

Panduan Menghitung Kredit Mobil baru

Setelah memperhitungkan sejumlah elemen biaya yang mesti dibayar dalam cicilan bulanan kendaraan baru, Anda bisa menghitung biaya penting lain, yang meliputi:

Mengetahui Jumlah Angsuran setiap Bulan Besaran Angsuran 

Katakanlah sampai di sini Anda sudah tahu jumlah total bunga yang harus dibayar. Dan seterusnya Anda juga sudah tahu pokok kredit yang harus dibayar dan jangka waktu kredit yang ingin Anda ambil.

Setelah tahu itu semua Anda tinggal mencari tahu berapa besar angsuran yang harus dibayar setiap bulan.

Caranya mudah. Anda tinggal menjumlahkan pokok kredit dengan total jumlah bunga, kemudian membaginya dengan jangka waktu kredit.

Dari contoh di atas: (200 juta + 16 juta) : 24 bulan = Rp 9 juta. Itulah jumlah cicilan yang harus Anda bayarkan setiap bulan.

Menghitung biaya awal dan asuransi

Setiap kendaraan yang dibayar dengan cara kredit sebaiknya diasuransikan. Pihak dealer biasanya harus membayar premi asuransi yang berlaku selama jangka waktu cicilan.

Rumusnya begini: 9,5 % (jumlah asuransi selama 2 tahun) x harga jual mobil. Jadi bila harga jual total Rp 250 juta, maka asuransinya 9,5% x Rp 250,000,000 = Rp 23,750,000.

Selain itu ada biaya administrasi yang harus dibayarkan. Jumlah bisa bervariasi, namun umumnya sekitar Rp 550,000.

Jadi pada awal transaksi pembelian mobil secara kredit, ada sejumlah dana yang mesti Anda persiapkan, yang meliputi uang muka, pembayaran asuransi, cicilan bulan pertama dan administrasi.

Jadi bila harga jual mobil yang Anda incar adalah Rp 250 juta, maka sebagai awalan Anda mesti membayar sebesar:

Dengan kata lain, Anda mesti membayar sebesar Rp 83,300,000 di awal.

Kesimpulan

Hitungan di atas pada dasarnya dibangun berdasarkan asumsi yang mungkin terjadi setiap orang berniat mengambil mobil baru dengan cara kredit.

Sekarang katakanlah Anda sudah merasa siap mengambil mobil baru dan sedang mempertimbangkan model kendaraan yang ingin dibawa pulang. Di titik itu, yang lebih penting dipikirkan juga adalah kemampuan finansial.

Artinya jangan sampai rasio utang yang Anda tanggung lebih besar ketimbang pendapatan. Kalau itu yang terjadi, besar kemungkinan Anda bisa mengalami kesulitan finansial.

Jadi sebelum mengambil kredit mobil, perhatikan betul aspek keuangan pribadi. Jangan sampai salah langkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *